Kemarin tanggal 25-26 Januari 2009, lagi-lagi kami team BECAK yang super aneh, wagu, nyleneh, dlllllllllllll melakukan petualangan kami yang ke-3 ke puncak Sapto di Pegungngan Muria (Jateng). Sebenarnya sebelum kami berangkat ke Sapto kami sudah melakukan petualangan kami yang ke-2. Namun karena tidak dan amat sangat tidak memuaskan El males postingnya, coz pemandangannya amat sangat mengecewakan :sad: . Bayangin aja masak air terjun warnanya coklat??? Bikin jengkel aja. Wew kok jadi bahas yang lain :lol:

Kembali ke topik semula ehm ehm ehm

Kami berangkat dari Pati jam 11.30 WIB, itu pun kami mampir dulu ke pasar Puri buat belanja logistic. Maklum lah, namanya juga petualangan buat fresh in pikiran, jadi ya harus makan2 dunk. Hehehee

Akhirnya setelah 2 jam 30 menit, kami sampai juga di tempat tujuan yaitu Desa Rahtawu. Namun El mau cerita dikit neh, sebelum kami sampai, di sepanjang jalan sekitar Desa Rahtawu buanyak buanget pasangan muda mudi yang lagi menikmati pemandangan. Namun karena El anak e usil buanget jadi tiap ada pasangan El suit suit tin(walaupun gak bisa bersiul :lol: ) Sampai sampai temen El yang namanya Pras yang kebetulan pas boncengan ma El malu gara2 ulah El. Namun yah mau gimana lagi namanya juga ngusilin orang, enak banget hehehehehe.

Kami pun memulai perjalanan kami dengan doa, o iya yang ikut muncak kemarin El sendiri, Ruli, Nang (Pras), Sai (Saifudin), dek Pendy (Fendy), Mbak Vera, Mas Mardis (Mardiyanto). Walaupun cuma 7 orang, namun tetap gak mengurangi rasa bahagia kami, karena semboyan kami semakin sedikit yang ikut, maka semakin banyak makanan yang tersedia :lol:

Setelah doa kami memulai petualangan dengan diiringi rintik-rintik hujan yang membasahi bumi. Di dalam perjalanan tak lupa kami berfoto ria dengan background pemandangan yang so sweat buanget. Dan kami juga sempat melewati aliran air yang jernih plus sueger buanget. Maklum lah namanya juga di pegunungan:lol: . Karena cacing di perut kami sudah minta untuk di kasih makan, akhirnya kami berhenti untuk mengisi perut dengan nasi+kering tempe yang El bawa dari rumah. Maklum lah emang dari rumah ibuk ngomong kalo pasti di perjalanan pada kelaparan, coz gak sempet masak. Jadi ya di bawain 2 bungkus nasi dengan porsi super duper jumbo. Jadi 1 bungkus bisa dimakan 3 orang dewasa. Walaupun dengan lauk seadanya, namun makan di tengah2 pegunungan plus ditemani temen2 jadi terasa menyenangkan.

Perjalanan pun kami lanjutkan. Akhirnya dengan sisa2 tenaga yang El miliki, kami pun sampai di Puncak Sapto. Namun kesan pertama yang El dapet setelah sampai puncak adalah ANGKER :devil: :evil:

Tapi jujur dech, di puncak kali ini El ga bisa menyalurkan hobi El, yaitu singing. Mana bisa coba, ngomong keras2 aja ga boleh coz deket sama makam yang dikeramatkan. Jadi puzink dech.

Namun, El dapat mengobati rasa kecewa El dengan menyalurkan hobi El yang lain yaitu memasak (selain masak nasi). Wah langsung aja El dan mbak Vera beraksi heheehe. Eng ing eng akhirnya santapan makan malam dengan telor dadar, oseng2 kol, bistik daging pun siap di santap. Nyam nyam nyam nyam.

Karena malam gak ada kegiatan akhirnya kami sepakat untuk membuat sate yang berasal dari tempe dan bistik daging yang kami bawa. Walaupun dengan susah payah Nang membuat api, namun akhirnya jadilah sate yang enak dan kami makan. Wah makan2 trussssssssss!!!!!!!!!!!!!

Malamnya kami gak bisa tidur, karena banyak banget tikus2 yang mengganggu liburan kami. El juga heran, usil banget tuh tikus. Namun El masih bisa selamat dari amukan para tikus, cos El tidur di dalam tenda. Jadi aman dech :lol:

Saat jam 2 malem Nang bangunin q ma mbak Vera, coz katanya kabut e udah hilang and bisa melihat pemandangan lampu2 kota yang wahhhhhh indah banget, sampe gak bisa diungkapkan dengan kata2. Emang bener kok pemandanganne so sweat banget. Akhirnya setelah puas melihat pemandangan, kami pun melanjutkan mimpi indah kami.

Wah pagi pun datang namun gak disertai kokok ayam jago hehehe :lol: ya iya lah namanya juga di puncak gunung, ya gak ada ayam jago to. Cpdh

Kami pun akhirnya wisata kuliner lagi dengan 2 kaleng besar sarden ABC, 6 butir telor ayam yang udah di dadar, teri nasi yang di goreng, sayur, 5 buah mi instan rebus. Wah pesta lagi pesta lagi. Setelah mengemasi barang2 kami pun turun. Namun sebelum turun kami sempat melihat ada 2 orang yang bertapa di puncak sapto.

Wah perjalanan turun pun sangat dan sangat mengasyikan, namun El ga bisa lanjutin coz udah nguantuk buanget.

Tapi maaf postingan nya gak bisa tak kasih foto, coz ni posting e lewat hp. Jadi foto ne menyusul

GBU all :lol: